Pages

Labels

Labels

Tampilkan postingan dengan label Cerita gila. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita gila. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Agustus 2014

Obrolan Tengah Malam (2).



Dalam 2 hari ini sudah 2 orang yang bercerita pada saya dengan jenis masalah yang sama, entah sepertinya hari ini masalah anak muda sama yah, saya pun ikut gigit jari sebab kok rasanya sama pula dengan apa yang saya rasakan hari ini, dua orang ini adalah teman baik saya, keduanya laki-laki yang sudah usia cukup, artinya cukup untuk menikah, dan itulah masalahnya, mereka tidak bisa menikah dengan cepat seperti yang mereka harapkan tersebab pihak keluarga, yah lagi-lagi pihak keluarga.
Menikah memang bukan persoalan yang mudah, bukan Cuma dua kepala yang bersatu tapi menyatukan dua keluarga, kalau salah satu pihak belum deal ya pernikahan tidak akan pernah terjadi, terlepas dari nikah lari atau apapun itu, tapi ajaran Islam sangatlah sempurna, sebelum menikah mintalah ridho orangtua, kalau orangtua ridho Allah pasti ridho, kalau belum ridho ya jangan dipaksakan, solusinya dengan mengulur waktu, menunggu sampai salah satu pihak merasa siap dan mau menerima atau memang jawaban paling sial adalah bukan jodoh.
Jodoh adalah misteri, sudah sering saya bilang berkali-kali, sekeras apapun usaha kita untuk mendapatkannya kalau orangtua apalagi Allah belum ridho ya sudah, mungkin memang bukan jodoh. Sebab pernikahan bukankah ibadah yang dipaksakan, ia terjadi atas kesepakatan.
Akhirnya saya cuma bisa bilang pada kedua teman baik saya tadi (walaupun saya juga sangat miris), sudahlah hari ini kita pasrahkan saja semua urusan hati dan perasaan pada Dia, sebab Dia yang paling berkuasa, kita sudah usaha, maka do’a adalah satu-satunya pegangan yang kita punya. Kalau yang kita harapkan adalah orang yang baik Allah pasti kasih, kalau tidak berarti hanya ada dua kemungkinan, dia bukan yang terbaik untuk kita atau dia terlalu baik dan kita tak pantas untuknya.
So, di hari merdeka ini kita harus bebas dari penjajahan jenis apapun termasuk penjajahan yang sering membuat galau hati kita, sementara kalau sering-sering galau sudah tua bisa alzheimer, nah loh.. hahaha






17 Agustus 2014
Tidak lain, inilah nasihat untuk saya sendiri, hahaha...

Aduh miriska betul diriku. 

Selasa, 12 Agustus 2014

10 hal yang akan/ingin kulakukan saat aku pulang ke Indonesia



Bagaimanapun juga, serumit dan sebanyak apapun masalah yang melanda negriku, tetap saja banyak hal yang kurindukan disana, orang-orangnya, tempat-tempatnya, makanannya, dan semuanya. Selama hampir kurang lebih 4 bulan tinggal di negri orang, sudah sepersekian waktu yang kuhabiskan hanya untuk berimajinasi tentang banyak hal di indonesia, ya seperti itulah, indonesia memang negri yang pantas untuk dirindukan.
Bila nanti aku pulang, kemungkinan sebentar lagi memang akan pulang, nah ada 10 hal yang ingin kulakukan saat aku pulang ke Indonesia.

1.     >> Kumpul bersama keluarga dan foto bareng
Jelas, ini nomor satu yang akan kulakukan dan pasti dilakukan, sebab kepada keluargalah tempat kembali pulang. Sudah rindu dengan umi, kedua adik manisku, nenek kakek dan semua tentang mereka. Dan pengen selfie sekeluarga, kayaknya dikit banget foto bareng keluarga.

2.    >> Selfie sama Umi
Hampir 23 tahun aku hidup kok rasanya dikit banget foto-fotoku bareng umi, nah saat aku pulang nanti aku pengen selfie sebanyak-banyaknya sama umi, masa sama orang lain aja banyak foto sama ibu sendiri gak ada.

3.    >> Hangout sama adek cowok.
Tahu gak? Aku punya adik laki-laki yang sekarang sudah kuliah semester 1, kebetulan juga kita udah lama gak ketemu, saat aku pulang nanti aku pengen jalan bareng dia seharian, belanja, makan, selfie dan saling bercerita, asiiik. :-P

4.   >>  Ke toko buku
Jelas dong, aku pasti akan pergi ke toko buku beli novel yang banyak dan komik conan, kangen banget baca novel sama komik conan, terus pulangnya mampir makan es krim, aduhai indahnya hidup, hhaha.

5.    >> Makan makanan yang wajib
Apa aja si makanan yang wajib kumakan saat aku pulang nanti, banyak si tapi diantaranya : mie ayam, bakso, es teh, soto bogor, siomay, batagor, mpek-mpek, pecel lele, mendoan tempe, angkringan, bakwan kawi dan ayam bakar paman. Hahaha, banyak amat ya, tapi ya emang itu si makanan yang dikangenin.

6.     >>Mengunjungi kota kenangan ; Yogyakarta.
Kota kenangan, tempat yang tidak bisa dilupakan, aku pasti akan menyempatkan waktu pergi kesana, mengunjungi tempat-tempat yang sudah kulewati selama 4 tahun disana, bertemu orang-orang yang masih ada disana dan mengurai kenangan-kenangan bersamanya.

7.     >>Kumpul bareng geng zaman SMA doeloe.
Kangen sama mereka semua, nurul, nana, cici, ridwan, pengen nongkrong dan jalan bareng mereka. aku pasti akan menyempatkan waktu bertemu mereka. harus, J

8.    >> Shopping sama adek cewekku.
I have a sister, nah kalau pulang nanti boleh dong kita berdua shopping bareng, makan bareng, mengunjungi dia di asramanya. Duh berasa udah tua banget deh kalau nganter adek ke asrama.. but, yeah aku memang jarang juga si jalan bareng dia.

9   >>Beli oleh-oleh
Nah, ini penting juga nih, beli oleh-oleh buat balik lagi ke negri orang, pastinya akan banyak sekali titipan, OMG.

1 >>Pengen ketemu seseorang.
Kalau bisa, kalau enggak ya sudahlah, ;(



Prepare, welcome to my country.. hihihi :-*

Pakpayoon.

12 Agustus 2014

Senin, 16 Juni 2014

Animals Phobia


Lagi, untuk kedua kalinya tragedi seperti ini harus terjadi dalam hidup, bersikap memalukan di depan banyak orang hanya karena seekor hewan, yah aku tak suka hewan, apapun, meski beberapa yang dikecualikan tetep aja buatku hewan sesuatu hal yang menakutkan, beberapa menjijikan dan adapula yang menjengkelkan.
Pertama kalinya masih kuingat, saat itu masih duduk di bangku SMP kelas 2 tempatnya di lapangan volley, aku melakukan hal yang paling memalukan, untung saja saat itu usiaku masih kuanggap sangat dini, masih belum seutuhnya dewasa dan puber, saat itu ada seekor ulat bulu menempel di jilbabku dan secara spontan aku melepaskan jilbabku, iyah hal paling memalukan itu kulakukan karena ketakutanku pada ulat, dengan cepat aku berlari begitu saja menuju kelas dan untungnya disana sudah menunggu teman-temanku dengan sigap menutupiku dengan jaket, dan yeah hari itu kuanggap hari sial, dan sejak itu aku sangat phobia pada hewan yang panjang.
Dan malam ini, kejadian memalukan itu terjadi lagi, hanya bedanya ini terjadi saat sholat isya, sholat di asrama bersama para santri, aku berdiri tepat di barisan depan dan tiba-tiba saja ada seekor kucing mendekat, entah kenapa kucing itu sejak sholat akan dimulai pun sudah mendekatiku melulu, sampai akhirnya di raka’at pertama aku menggeser posisi karena si kucing tadi mendekat disampingku, semakin dekat, akhirnya di raka’at kedua ia mengenggam erat mukena dan kakiku, secara spontan aku menjerit dan melompat, dan berlari begitu saja dari jama’ah, biisa dibayangkan bukan pada saat jama’ah selesai sholat semua tertawa terbahak-bahak, apalagi kalau bukan menertawakan ulahku, hanya gara-gara kucing saja berteriak dan membatalkan sholat. Hey, ini bukan soal hanya karena, tapi entahlah dimataku, hewan itu menakutkan, aku benar-benar takut sampai aktivitas sholat pun bisa kubatalkan.
Banyak hal yang kutakutkan, diam-diam begini sebenarnya aku penakut, tapi bukan takut pada hal-hal ghaib, pada gelap, atau apa, tapi takut pada binatang, takut pada hal-hal yang pernah kulakukan namun aku gagal melakukannya, misalnya belajar motor pernah jatuh akhirnya aku takut untuk mencobanya kembali, sampai aku menemukan kembali keberanianku maka sampai mati pun gak akan pernah mau mencoba motor lagi.

Bagaimana besok bertemu santri? Ah pasti mereka akan mengingat momen memalukan itu, seorang guru dari indonesia membatalkan sholat, teriak-teriak dan lari hanya karena seekor kucing, gubrak oh Tuhan semoga ingatan buruk itu tidak terjadi. 



Malam yang kurang beruntung. 
17 juni 2014
Pakpayoon.